Thursday, September 16

Zack De La Rocha: Tantang Tirani Penguasa!!

Zach De La Rocha adalah salah satu dari sekian nama besar dan paling di segani di dunia musik alternatif, terlebih oleh karena sikap militannya terhadap dunia politik dan pembawaan vokalnya yang terasa sangat penuh diwarnai dengan rasa amarah. Selama 8 tahun, semenjak 1992 hingga akhir tahun 2000, Zack menjadi vokalis utama band Rage Against the Machine yang beraliran Nu Metal (aliran musik yang menggabungkan antara rap dengan rock), yang kemudian digunakan olehnya terutama sebagai media untuk mengkampanyekan pandangan politiknya yang terlihat jelas berhaluan kiri dan selalu berseberangan dengan pemerintah.

Rage Against the Machine dari mulai berdirinya memang sering sekali menyuarakan protes-protes terhadap berbagai macam ketidakadilan sosial, seperti yang menimpa suku Chiapas di Mexico dan penetapan hukuman mati bagi Mumia Abu Jamal, kebrutalan polisi Los Angeles, hingga pada sistem demokrasi di Amerika Serikat dan negara-negara liannya di dunia yang mereka anggap hanya berpihak pada sisi penguasa saja. Tidak hanya lewat musik, Zack juga melakukan berbagai aksi protes dan benar-benar melakukan apa yang ia yakini, apa yang ia nyanyikan dalam lagu-lagunya.

Zack De La Rocha seringkali memimpin berbagai macam protes dan demonstrasi khususnya terhadap pemerintahan Amerika Serikat yang mereka anggap telah menggunakan perang sebagai alat untuk menghancurkan setiap bagian di dunia agar mereka dapat terus berperan sebagai negara super power. 

Namun pada akhir 2000, beberapa saat sebelum album RATM terbaru “Renegades” diluncurkan, Zack memutuskan untuk keluar dari band yang telah membesarkan namanya itu. Ia menyatakan bahwa antara ia dan anggota band yang lainnya telah memiliki perbedaan dalam memandang idealisme kreatifitas seni mereka. Keputusan ini terutama di ambil, kabarnya, setelah Tim Commerford, basis RATM melakukan aksi memanjat salah satu bagian dari panggung MTV Video Music Award sebagai bentuk protes terhadap keputusan juri yang tidak adil di ajang penghargaan itu.



Selepas dari RATM, Zack mulai melanjutkan berbagai proyek album solonya. Diantaranya ia telah bekerja sama dengan DJ Shadow, mengeluarkan single “March of Death” pada tahun 2003 sebagai bentuk ekspresi sikapnya yang antiperang. Bersamaan dengan peluncuran single tersebut ia mengeluarkan pernyataan yang mengritik invasi Irak oleh pemerintahan Bush


Selain itu ia juga tampil dalam berbagai konser-konser yang diadakan untuk menggalang dukungan bagi para petani yang tergabung pada South Central Farms dari tirani raksasa industri makanan cepat saji McDonalds.



Pada Januari 2007 akhirnya Zack dan teman-teman mantan anggota RATM, memutuskan untuk menyelenggarakan konser reuni di festival Coachella 2007. Reuni ini dilakukan sebagai alat untuk menyuarakan reaksi oposisi mereka terhadap telah jatuhnya pemerintahan Amerika Serikat ke dalam tangan-tangan pemerintahan sayap kanan yang haus peperangan semenjak bubarnya RATM. Di festival ini, Zack kembali mengeluarkan pernyataan, mengutip dari pernyataan yang dikeluarkan Noam Chomsky mengenai Nuremberg Principles yang menyerang seluruh presiden Amerika pasca perang dunia II
.


Cita-Cita
Dilihat dari perjuangan-perjuangan yang dilakukannya, menentang segala bentuk macam tirani mayoritas yang menjadi penguasa, mulai dari dukungannya kepada suku Chiapas, usaha pembebasan Mumia Abu-Jamal yang dituduh telah menembak mati Daniel Faulkner, seorang polisi LA, dukungan-dukungannya terhadap petani melawan aksi semena-mena perusahaan korporat multinasional, serta penentangannya pada invasi irak oleh Amerika Serikat, terlihat bagaimana ia terinspirasi untuk selalu membela kaum minoritas yang selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari lingkungan mayoritas.

Dengan lingkungan semasa kecil, sebagai minoritas Chicano di tengah mayoritas kulit putih, menjadi pendorong untuk “tidak diam” tapi “selalu menyuarakan ketidakadilan sosial”. Maka, jadilah ia dengan segala pembawaan dirinya, selalu berupaya untuk merubah keadan dunia yang sudah sedemikian parahnya dikuasai oleh sistem yang tidak adil terhadap kaum minoritas. Pendidikan di Amerika, dan juga sebagaimana terlihat pada negara-negara yang mengacu pada Amerika, seperti bangsa kita ini, dianggap hanya sebagai salah satu alat penguasa untuk menanamkan nilai-nilai obedience dan kepasifan pada anak-anak didik mereka. Seakan alternatif lain, diberangus oleh ancaman-ancaman, mulai dari bentakan-bentakan, larangan mengikuti ujian akhir, sampai kepada ancaman DO dari sekolah.

0 comments:

Post a Comment